Sabtu, 16 Februari 2013

Meteor 2013 jatuh di Russia



           Meteor pertama di awal tahun 2013 ini sangat menggemparkan warga Russia, bagaimana tidak? kejadian yang bisa dianggap jarang dan belum pernah dilihat secara kasat mata seperti ini sangat mencekam bagi warga sekitar. Meteor ini melintasi wilayah udara Rusia dan ada yang jatuh di beberapa lokasi negara tersebut. Pecahan meteor yang terbesar jatuh di danau dekat Kota Chebarkul, Provinsi Chelyabinsk, Jumat 15 Februari 2013 pagi.Beberapa warga yang sempat menyaksikannya tak menyangka bahwa benda itu adalah batu angkasa.
          Menurut kesaksian oleh seorang Wartawan Tempo, Gabriel Yoga sedang berada di Yekaterinburg ketika peristiwa jatuhnya meteor ini terjadi. Kota Yekaterinburg terletak sekitar 250 kilometer sebelah utara Chebarkul. Dia sedang menjalani program S2 di sana. Berikut ini laporannya: "Saya sedang mengemudi mobil saat melihat ada semacam bola putih terang melayang di udara.
          "Saya sedang mengemudi mobil saat melihat ada semacam bola putih terang melayang di udara. Saya sempat berpikir itu pesawat jatuh karena arahnya dari (bandara) Koltsovo ke (daerah) Khimmash," kata Dimitri, warga Yekaterinburg, dalam siaran radio KP. Belakangan Dimitri sadar bahwa benda yang jatuh itu tak mungkin pesawat. "Benda itu terbakar sangat terang dengan ekor asap panjang dan lama sekali bertahan di udara."
          Ekaterina, yang juga tengah mengendarai mobil saat meteor melintas, tak menyangka bahwa itu adalah batu angkasa yang jatuh. Menurutnya, banyak pengemudi yang langsung menghentikan kendaraannya lalu melongok dari jendela. "Saya tak dengar bunyi ledakan atau apa pun. Hanya melihat seperti benda terbakar melayang. Awalnya kemerahan lalu diikuti cahaya putih terang," katanya.
          Leonid Ilich yang tengah berjalan kaki langsung membalikkan badan saat ada pancaran cahaya dari arah belakang dan melihat bayangannya memantul jelas di dinding bangunan. "Bola api itu terbang ke arah selatan. Beberapa detik kemudian hilang dan berubah jadi semacam titik hitam di horizon," katanya. Leonid mengatakan ada jejak asap panjang masih terlihat jelas di angkasa. "Sama seperti jejak asap yang dibuat oleh pesawat, cuma yang ini lebih panjang dan tebal."
          Sebelum ada siaran tentang meteor, isu kecelakaan seperti pesawat jatuh sempat beredar di Yekaterinburg. Namun, pihak otoritas Provinsi Sverdlovsk segera mengeluarkan pernyataan bahwa tak ada kecelakaan serius seperti itu.
          Pemerintah Rusia pun bergerak dengan mengirimkan pasukan militer untuk mengamankan lokasi jatuhnya meteor. Pecahan meteor yang jatuh di danau itu menciptakan kawah dengan diameter sekitar 8 meter. Pihak militer Rusia juga menemukan hal serupa di dekat Kota Zlatoust yang letaknya 80 kilometer dari Chebarkul. Pecahan meteor juga diberitakan sampai ke Kurgan dan Tyumen, bahkan di wilayah negara tetangga Rusia, Kazakstan.
          Saat melintas di langit Yekaterinburg, getaran meteor itu menyebabkan kaca-kaca gedung pecah dan melukai sekitar seribu orang, 200 di antaranya adalah anak-anak. Dua orang dewasa dinyatakan dalam kondisi kritis. Meski menimbulkan korban luka, peristiwa ini bisa dihitung sebagai "keberuntungan".
          Batu angkasa tersebut bisa saja menyebabkan dampak yang lebih dahsyat jika jatuh di lokasi strategis seperti kawasan industri pembangkit listrik. Sekitar 50 kilometer sebelah timur Yekaterinburg ada pembangkit listrik tenaga nuklir Beloyarsk.
          "Kami tak merasakan apa pun. Meteor itu melayang jauh dari tempat ini," kata seorang petugas jaga PLTN. Stasiun tersebut, menurutnya, sudah didesain dengan keamanan tingkat tinggi meski ada saat di mana bahaya sulit ditanggulangi. "Jika tiba-tiba ada benda besar, semacam pesawat, jatuh, stasiun ini sulit mengatasi dampaknya," katanya.
          Sekarang di Beloyarsk tengah dibangun unit pembangkit keempat dan sistem keamanan ditingkatkan untuk menghadapi ancaman serius semacam itu. "Berharap semoga tak ada meteor berbahaya ke sini."


credit to : www.tempo.co

0 komentar: