Tampilkan postingan dengan label Ramah Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ramah Lingkungan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Juli 2015

Komputer Grafis

Berikut adalah hasil tugas komputer grafis yang berasal dari denah perancangan SPA2 menggunakan Autodesk Autocad 2015, softwarenya bisa di download di ARCHNIMA



Beberapa scene menggunakan Autocad 2015




untuk file tugas saya dalam format dwg nya bisa di download vers.2007 nya disini

[ARCHNIMA] Komputer Grafis.dwg

Mari Selamatkan Bumi dengan Konsep Hunian Ramah Lingkungan


Konsep yang digunakan dalam SPA2 adalah konsep hunian ramah lingkungan. Dengan merancang,merencanakan, dan membangun hunian yang tidak merusak lingkungan tentunya dapat kita rasakan manfaatnya dimasa yang akan datang.

Akhir-akhir ini, banyak sekali bangunan yang sudah menerapkan konsep ramah lingkungan dalam pembangunannya. Penerapan ini merupakan salah satu cara untuk menurunan presentase terjadinya efek rumah kaca.

Dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh pembangunan cukup besar karena sebuah bangunan memerlukan sumber daya yang banyak . Diantaranya adalah air, listrik, kayu, dan menghasilkan limbah bangunan yang cukup banyak. Karenanya, sebuah pembangunan pastilah mempengaruhi kualitas lingkungan disekitarnya.

Penerapan konsep ini dapat dilakukan mulai dari bahan bangunan yang digunakan. Adapaun material bangunan yang ramah lingkungan harus memenuhi beberapa kriteria antara lain :
  1. Tidak beracun sebelum maupun sesudah di pergunakan. 
  2. Dalam proses pembuatannya tidak memproduksi zat-zat yang membahayakan bagi lingkungan. 
  3. Dapat menghubungkan kita dengan alam, dengan kata lain semakin dekat dengan alam karena kesan alami dari material yang dipergunakan, contohnya batu bata yang mengingatkan kita akan tanah, kayu pada pepohonan. 
  4. Untuk mendapatkan bahannya diperoleh dengan mudah dan dekat. (Tidak memerlukan biaya atau proses memindahkannya yang besar. Karena untuk menghemat energi BBM untuk memindahkan material tersebut ke lokasi pembangunan). 
  5. Bahan yang digunakan dapat diurai dengan mudah dan alami. 

Rumah yang memiliki kawasan berkonsep green building harus memenuhi syarat – syarat rumah sehat dan ramah lingkungan. Sehingga maka rumah tersebut dapat menjadi inspirasi bagi penghuninya. Begitu juga dengan fasilitas pada masing – masing hunian ramah lingkungan biasanya dilengkapi dengan taman bermain, pengelolaan lingkungan (estate management), penggunaan water treatment, jogging track, dan lainnya.

Jumat, 15 Mei 2015

KONSEP PERANCANGAN SPA 2 RUMAH RAMAH LINGKUNGAN

Salah satu solusi untuk mengurangi dampak pemanasan global, adalah dengan menerapkan desain rumah tropis ramah lingkungan. Faktanya, rumah yang boros energi, sekitar 80% berasal dari kesalahan desain arsitektur.

Desain arsitektur rumah yang respek terhadap kondisi iklim setempat, sinar matahari dan gerakan udara untuk kenyamanan penghuni dalam beraktifitas merupakan satu langkah maju. Rumah tropis ramah lingkungan juga bentuk tanggapan atas konteks sosial yang terjadi, yaitu krisis listrik, gerakan hemat listrik, dan pemanasan global.

Konsumsi listrik memberi sumbangan kenaikan emisi CO2 sebesar 19%. Di rumah tinggal, penggunaan pendingin ruangan menempati urutan pertama konsumsi listrik (38%) , diikuti oleh komputer (10%); penanak nasi (10%); mesin cuci (9%); setrika (9%); mesin air (6%); lampu (5%); pemanas air (4%); kipas: 3%; lemari es dan televisi (2%) serta radio/tape (1%). Sementara untuk gedung, penggunaan AC mencapai (39%), lampu (24%); kipas angin (17%); lift ( 7%) dan perlengkapan lainnya sebesar 1(3%).

Bagi Indonesia, dengan iklim tropis, perlu diterapkan pendekatan enam strategi rumah hijau, yaitu mencakup pelapis bangunan, penerangan, pemanasan, pendinginan, konsumsi energi, dan pengelolaan limbah.

Upaya untuk menghemat listrik dapat dilakukan dengan cara beradaptasi dengan lingkungan dan mengurangi panas yang datang dari luar, lalu diikuti dengan perbaikan konfigurasi arsitektural. Saat ini 2/3 panas ruangan disebabkan oleh desain atap yang salah, padahal penggunaan atap bening dapat menyerap hingga 90% panas.

Rumah dengan sistem pencahayaan hijau dapat mengurangi konsumsi energi. Karena semakin banyak pepohonan tumbuh di sekitar rumah, semakin berkurang intensitas panas. Selain kenyamanan dari sisi thermal, tersedia juga kenyamanan dari sisi visual.

Energi matahari yang melimpah dimanfattkan untuk menciptakan kemandirian energi di rumah. Salah satunya, dengan aspek desain yang menempatkan solar panel di sisi rumah yang menghadap barat yang mendapatkan terpaan sinar matahari paling tinggi dan lama. Selain memanfaatkan energi, hal ini dapat mengurangi panas yang merambat di dinding rumah, dan mengurangi penggunaan pendingin ruangan.

Bagian tersulit dalam menciptakan rumah ramah lingkungan adalah mengubah aspek kebiasaan individu. Jika menyangkut kebiasaan, cara paling efektif untuk mengajak individu agar berubah adalah dengan contoh. Para praktisi dunia desain juga menyadari, mereka harus memiliki posisi tawar yang kuat dihadapan klien, sehingga klien dapat menerima rancangan rumah tropis hemat energi.

Jika semakin banyak masyarakat yang bersedia menerapkannya, semakin hemat energi yang digunakan, semakin nyaman bumi kita.

Lihat artikel selengkapnya hanya di GO GREEN INDONESIA

TAHAPAN PERANCANGAN SEBUAH DESAIN



TOR



 LOKASI


 KEBUTUHAN RUANG



 PROGRAM RUANG



 BESARAN RUANG




 ORGANISASI RUANG





ANALISA SITE









 ANALISA SITE AKHIR DAN GUBAHAN MASA




PENDEKATAN DESAIN







Apa sih tips tips untuk membuat rumah hemat energi sehingga jadi ramah lingkungan? Berikut adalah beberapa tipsnya yang disadur dari RUMAHBANGUN.. silakan klik link sendiri yaa :) 

Denah rumah sangat penting untuk proses pembangunan rumah ataupun renovasi rumah. Oleh karena itu, jika anda berencana membangun rumah ataupun meenovasi rumah anda, anda harus terlebih dahulu membuat denah rumah sehingga anda bisa mendapatkan rumah seperti yang anda harapkan. Selain itu, dengan denah rumah, anda bisa meminimalisir kesalahan yang mugkin terjadi. Juga, anda bisa mengestimasi biaya yang perlu anda keluarkan. lalu bagaimana tips cara membuat denah rumah hemat energi?

Jika anda ingin mebangun rumah anda, maka hal pertama yang perlu anda lakukan adalah dengan membuat denahnya. Hal ini akan lebih mudah karena anda mememulainya dari awal. Sebaliknya, jika anda mau merenovasi rumah, anda terlebih dahulu harus mengetahui denah rumah anda dan mengaturnya sesuai keinginan anda. Apapun bentuk rumah yang anda inginkan, yakinkan bahwa rumah anda cukup mendapatkan cahaya matahari. Untuk itu, coba anda perhatikan tips dibawah ini.

Perhatikan posisi rumah

Posisi rumah bisa menentukan intensitas cahaya matahari yang masuk ke dalam rumah. Walaupun chaya matahri itu penting, namun bila rumah anda mendapatkannya secara berlebihan itu juga kurang baik. Oleh karena itu, usahakan rumah anda tidak menghadap timur. Atau, anda bisa menyiatinya dengan menggunakan” window blind” pada luar jendela sehingga ruangan anda tidak terlalu terekspos ke cahaya matahari.

Atur penempatan ruang

Untuk penemppatan ruang, anda bisa memaksimalkan sisi utara dan selatan sehingga chaya matahari tidak akan secara langsung mmasuk ke dalam rumah yang bisa mengakibatkan rumah anda panas.

Gunakan Ventilasi

Ventilasi atau jendela sangat penting bagi rumah untuk mengatur pertukaran udara di rumah anda. Maka dari itu, dalam membuat desain atau denah rumah, anda harus yakin bahwa rumah anda mempunyai ventilasi yang cukup sehingga udara di rumah anda tidak terlalu lembab atau panas. Udara yang terjebak di rumah anda bisa mengakibatkan udara yang kurang sehat.

Pilih peralatan elektronik hemat energy

Membuat rumah yang hemat energy berarti anda juga harus menggunakan alat-alat elektronik yang hemat energi, mulai dari lampu sampai alat elektronik berat. Hall ini bisa membantu anda menghemat tagihan listrik dan juuga menyelamatkan lingkungan anda.


Berikut ini adalah contoh desain ramah lingkungan yaitu Rumah Nyaman Ramah Lingkungan di Sentul Jawa Barat. Video ini diambil dari Official Youtube NET News..

Kamis, 23 April 2015

Konsep rumah ramah lingkungan SPA2

Sebuah konsep arsitektur yang berusaha meminimalkan pengaruh buruk terhadap lingkungan alam maupun manusia dan menghasilkan tempat hidup yang lebih baik dan lebih sehat, yang dilakukan dengan cara memanfaatkan sumber energi dan sumber daya alam secara efisien dan optimal.
Arsitektur hijau mulai tumbuh sejalan dengan kesadaran dari para arsitek dan seluruh umat manusia akan keterbatasan alam dalam menyuplai material yang mulai menipis. Alasan lain digunakannya arsitektur hijau adalah untuk memaksimalkan potensi site. Penggunaan material-material yang bisa didaur-ulang juga mendukung konsep arsitektur hijau, sehingga penggunaan material dapat dihemat.
‘Green’ dapat diinterpretasikan sebagai sustainable (berkelanjutan), earthfriendly (ramah lingkungan), dan high performance building (bangunan dengan performa sangat baik).
Suatu bangunan belum bisa dianggap sebagai bangunan berkonsep Arsitektur hijau apabila bangunan tersebut tidak bersifat ramah lingkungan. Maksud tidak bersifat ramah terhadap lingkungan disini tidak hanya dalam perusakkan terhadap lingkungan. Tetapi juga menyangkut masalah pemakaian energi. Oleh karena itu bangunan berkonsep green architecture mempunyai sifat ramah terhadap lingkungan sekitar, energi dan aspek – aspek pendukung lainnya.
Konsep arsitektur hijau pada rumah tinggal
PRINSIP-PRINSIP GREEN ARCHITECTURE :
1. Hemat energi / Conserving energy :
Pengoperasian bangunan harus meminimalkan penggunaan bahan bakar atau energi listrik ( sebisa mungkin memaksimalkan energi alam sekitar lokasi bangunan ).
.
2. Memperhatikan kondisi iklim / Working with climate :
Mendesain bangunan harus berdasarkan iklim yang berlaku di lokasi tapak kita dan sumber energi yang ada.
.
3. Minimizing new resources :
Mendesain dengan mengoptimalkan kebutuhan sumber daya alam yang dapat diperbarui, agar sumber daya tersebut tidak habis dan dapat digunakan di masa mendatang. Dengan kata lain, penggunaan material bangunan yang tidak berbahaya bagi ekosistem dan sumber daya alam. Tidak berdampak negative bagi kesehatan dan kenyamanan penghuni bangunan tersebut.
.
4. Merespon keadaan tapak dari bangunan / Respect for site :
Bangunan yang akan dibangun, nantinya jangan sampai merusak kondisi tapak aslinya, sehingga jika nanti bangunan itu sudah tidak terpakai, tapak aslinya masih ada dan tidak berubah.( tidak merusak lingkungan yang ada ).
.
5. Respect for user :
Dalam merancang bangunan harus memperhatikan semua pengguna bangunan dan memenuhi semua kebutuhannya.
.
6. Menetapkan seluruh prinsip – prinsip green architecture secara keseluruhan :
Ketentuan diatas tidak baku, artinya dapat kita pergunakan sesuai dengan kebutuhan bangunan kita.
source: http://surya-dpermana.com/green-architecture-mempunyai-makna-berkelanjutan-ramah-lingkungan-dan-bangunan-dengan-performa-sangat-baik/

ECO OFFICE


Program "Eco Office" merupakan program yang melibatkan setiap personil kantor untuk berperan aktif dalam kegiatan mewujudkan lingkungan kantor yang bersih dan efisien dalam memanfaatkan sumberdaya alam dan energi serta berperilaku yang berpihak pada upaya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.


Konsep "Eco Office" diambil dari dua kata dalam bahasa inggris yang mempunyai definisi berbeda, yaitu : 'Eco' dan 'Office'. Eco diambil dari kata ekologi (ecology) yang merupakan ilmu yang mempelajari mengenai hubungan timbal balik antara organisme satu dengan yang lain serta dengan lingkungannya. Sedangkan office mempunyai definisi sebuah institusi pemerintah maupun swasta tempat berkumpul dan beraktivitas untuk menghasilkan sesuatu sebagai upaya pemenuhan kebutuhan hidup manusia.




5 Gagasan untuk Kantor Ramah Lingkungan
Aktivitas kantor—yang umum kita jumpai—temui cenderung “tidak memihak” lingkungan. Saat mencetak dokumen digital menjadi proposal, fotokopi, pemakaian listrik untuk perangkat-perangkat elektronik, dan lain sebagainya. Jika diteruskan, maka kantor dapat menjadi salah satu kontributor global warming yang signifikan.






Oleh karenanya, penting bagi Anda untuk menciptakan konsep kantor yang ramah lingkungan. Kantor besar atau kecil sekalipun, pasti ada manfaatnya. Baik untuk individu yang mengerjakan, organisasi perusahaan, dan tentunya bagi dunia secara keseluruhan.

Ada lima gagasan yang setidaknya bisa membantu kantor Anda tetap “hijau”.
“Hijaukan” Suasana

Buatlah kantor Anda “sehijau” mungkin. Caranya, dengan menanam pohon, di luar maupun di dalam. Dengan menanam tanaman di dalam ruangan, Anda akan membantu pengurangan polusi dalam ruangan. Sedangkan, untuk penanaman pohon di luar kantor bisa menjadi sarana untuk pengomposan sampah, daur ulang, dan mengatasi polusi udara.
Perlengkapan Organik

Belilah alat-alat atau perlengkapan kantor yang bisa didaur ulang, bukan hanya barang-barang yang produsennya memiliki program green living. Juga, buatlah budaya membeli senyawa organik yang mudah menguap ketimbang memilih untuk produk pembersih yang berbahaya. Furnitur Anda, karpet, cat harus terdiri dari bahan organik.



Hemat Listrik

Bekerjalah dengan penggunaan energi listrik yang lebih sedikit. Komputer di perkantoran, cenderung menjadi perangkat sentral yang diaktifkan dalam waktu yang lama, jika tidak bisa dikatakan terus-menerus. Setting komputer Anda ke dalam mode hemat energi. Dan, cobalah teknik-teknik lain untuk menghemat energi. Misalkan, mengganti komputer yang menggunakan power supply besar dengan laptop yang relatif kecil.
Manajemen Kertas

Minimalkan penggunaan kertas. Manajemen penggunaaan kertas perlu dibuat. Contohnya, dengan membeli kertas daur ulang untuk pencetakkan proposal. Untuk print test, gunakan kertas yang sudah tidak terpakai. Jangan langsung membuang kertas-kertas yang double side, yang salah satunya masih kosong. Dengan demikian, halaman itu bisa digunakan untuk cetak uji coba. Jika sudah fix, barulah cetak menggunakan kertas daur ulang.



Rapat Online

Kegiatan meeting dapat meningkatkan volume pemakaian kendaraan di jalan-jalan umum. Jika memungkinkan, gunakan media komunikasi seperti konferensi online, chat, atau format lainnya. Cukup menyulitkan, memang. Namun, bila Anda berkomitmen untuk menolong planet ini dari kerusakan yang lebih besar, “menghijaukan” kantor Anda akan menjadi kegiatan yang penting. Pasti bisa diwujudkan. Selagi ada kemauan, pasti ada jalan, bukan?

Material Bangunan Ramah Lingkungan



Pemanfaatan material bekas atau sisa untuk bahan renovasi bangunan juga dapat menghasilkan bangunan yang indah dan fungsional. Kusen, daun pintu atau jendela, kaca, teraso, hingga tangga dan pagar besi bekas masih bisa dirapikan, diberi sentuhan baru, dan dipakai ulang yang dapat memberikan suasana baru pada bangunan. Lebih murah dan tetap kuat.

Material ramah lingkungan memiliki kriteria sebagai berikut;
a. tidak beracun, sebelum maupun sesudah digunakan
b. dalam proses pembuatannya tidak memproduksi zat-zat berbahaya bagi lingkungan
c. dapat menghubungkan kita dengan alam, dalam arti kita makin dekat dengan alam karena kesan alami dari material tersebut (misalnya bata mengingatkan kita pada tanah, kayu pada pepohonan)
d. bisa didapatkan dengan mudah dan dekat (tidak memerlukan ongkos atau proses memindahkan yang besar, karena menghemat energi BBM untuk memindahkan material tersebut ke lokasi pembangunan)
e. bahan material yang dapat terurai dengan mudah secara alami

Material yang ramah lingkungan menurut kriteria diatas misalnya; batu bata, semen, batu alam, keramik lokal, kayu, dan sebagainya. Ramah lingkungan atau tidaknya material bisa diukur dari kriteria tersebut atau dari salah satu kriteria saja, seperti kayu yang makin sulit didapat, tapi bila dipakai dengan hemat dan benar bisa membuat kita merasa makin dekat dengan alam karena mengingatkan kita pada tumbuh-tumbuhan.

Semen, keramik, batu bata, aluminium, kaca, dan baja sebagai bahan baku utama dalam pembuatan sebuah bangunan berperan penting dalam mewujudkan konsep bangunan ramah lingkungan.

Untuk kerangka bangunan utama dan atap, kini material kayu sudah mulai digantikan material baja ringan. Isu penebangan liar (illegal logging) akibat pembabatan kayu hutan yang tak terkendali menempatkan bangunan berbahan kayu mulai berkurang sebagai wujud kepedulian dan keprihatinan terhadap penebangan kayu dan kelestarian bumi. Peran kayu pun perlahan mulai digantikan oleh baja ringan dan aluminium.

Baja ringan dapat dipilih berdasarkan beberapa tingkatan kualitas tergantung dari bahan bakunya. Rangka atap dan bangunan dari baja memiliki keunggulan lebih kuat, antikarat, antikeropos, antirayap, lentur, mudah dipasang, dan lebih ringan sehingga tidak membebani konstruksi dan fondasi, serta dapat dipasang dengan perhitungan desain arsitektur dan kalkulasi teknik sipil.

Kusen jendela dan pintu juga sudah mulai menggunakan bahan aluminium sebagai generasi bahan bangunan masa datang. Aluminium memiliki keunggulan dapat didaur ulang (digunakan ulang), bebas racun dan zat pemicu kanker, bebas perawatan dan praktis (sesuai gaya hidup modern), dengan desain insulasi khusus mengurangi transmisi panas dan bising (hemat energi, hemat biaya), lebih kuat, tahan lama, antikarat, tidak perlu diganti sama sekali hanya karet pengganjal saja, tersedia beragam warna, bentuk, dan ukuran dengan tekstur variasi (klasik, kayu).

Bahan dinding dipilih yang mampu menyerap panas matahari dengan baik. Batu bata alami atau fabrikasi batu bata ringan (campuran pasir, kapur, semen, dan bahan lain) memiliki karakteristik tahan api, kuat terhadap tekanan tinggi, daya serap air rendah, kedap suara, dan menyerap panas matahari secara signifikan.

Kehalusan permukaan dan warna bahan bangunan sangat menentukan iklim mikro di sekitar bangunan, warna cerah dan permukaan licin adalah pemantul sinar matahari yang baik dan menaikkan suhu sekitar. Warna gelap dan permukaan kasar akan membantu meredam dan menyerap sinar dan panas matahari. Bahan bangunan berpori mudah meluncurkan panas dan meluncurkannya kembali jika suhu udara disekitarnya menurun. Sangat bijaksana jika memanfaatkan bahan-bahan bangunan alami seperti aslinya untuk pelapis dinding dan lantai luar.

Berikiut adalah contoh contoh pemanfaatan bahan bangunan alami (ramah lingkungan):
GENTENG SEJUK

Genteng semen ijuk adalah genteng beton yang dibuat dengan campuran pasir, semen dan ijuk sebagai bahan pengisi.

Manfaat
Menunjang program pembangunan RS/RSS dan Rusun
Menciptakan lapangan kerja
Digunakan sebagai penutup atap


PANEL SERAT TEBU

Pengembangan bahan bangunan dari limbah tebu menjadi papan serat tebu

Manfaat
Menunjang program pembangunan RS/RSS dan Rusun
Mengurangi pencemaran lingkungan
Menciptakan lapangan kerja
Digunakan untuk langit-langit dan dinding partisi non-struktural

Spesifikasi Teknis


Bahan baku

:

ampas tebu + semen




PANEL SEKAM PADI

Salah satu pengembangan bahan bangunan dari limbah sekam padi menjadi Papan Sekam Padi

Manfaat
Menunjang program pembangunan RS/RSS dan Rusun
Mengurangi pencernaran lingkungan
Menciptakan lapangan kerja
Digunakan untuk langit-langit dan dinding partisi non-strukutral

Proses Pembuatan

Sekam padi direndam dalam air atau dapat langsung digiling, dicampur dengan semen,dicetak dengan alat manual. Proporsi campuran = 1 semen : 4 sekam padi atau maksimum 20%
SAWIT BLOCK

Pengembangan bahan bangunan dari limbah SAWIT menjadi Conblock.

Manfaat
Menunjang program pembangunan RS/RSS dan Rusun
Mengurangi pencemaran lingkungan
Menciptakan lapangan kerja
Digunakan untuk dinding partisi non-struktural


·


Papercrate (kertas bekas sebagai bahan dinding)
Kertas bekas yang dimaksud disini adalah berupa kertas yang mempunyai tekstur kasar seperti kertas Koran atau kardus, yang dihancurkan menjadi semacam bubur kertas dan diolah lagi menjadi bata kertas agar dapat digunakan untuk penggunaan lebih lanjut sebagai material bahan bangunan.

SPESIFIKASI KERTAS BEKAS (PAPERCRATE)
· Mempunyai massa dan berat yang sangat ringan
· Bersifat lembek, sehingga mudah dibentuk
· Cukup kuat dalam menahan gaya vertikal
· Mempunyai bentuk yang ramping, sehingga memudahkan dalam pengemasan dan distribusinya

KELEBIHAN PENERAPAN KERTAS BEKAS (PAPERCRATE) PADA DINDING
Mampu menyerap panas
Meredam suara / kebisingan
Tidak mengandung racun
Biaya produksi murah
Daya kering yang cepat
Penggunaan semen yang sedikit.

Linoleum: Bahan Pelapis Lantai Ramah Lingkungan
Bahannya elastis, tersusun dari material anorganik dan organik. Pilihan warna dan ragam yang banyak memberi keuntungan untuk desain-desain masa kini. Bahan pelapis lantai ini populer di Eropa. Banyak pilihan warna dan desainnya. Produk ini bisa menjadi alternatif bahan untuk lantai rumah kita, lantai area komersial, bahkan rumah sakit karena mudah dipasang, dirawat, dan dibersihkan. Untuk memasangnya hanya butuh permukaan rata seperti lantai semen, lalu diberi perekat khusus. Kalau mau afdol, perekatnya juga pakai yang ramah lingkungan.

Sebagai bahan lantai, jika tak lagi dibutuhkan, Linoleum mudah diurai kembali oleh tanah, alias ramah lingkungan. Inilah yang menjadi salah satu kelebihannya. Standar Eropa yang ketat tentang material ramah lingkungan membuat bahan ini dipergunakan sebagai salah satu alternatif pilihan para desainer. Syarat yang ketat itu bisa dipenuhi oleh bahan pelapis Linoleum ini. Ada satu hal penting juga yang menjadi keunggulan, yaitu daya tahannya terhadap panas, dan tahan terhadap api lebih baik dari plastik dan kain.

Linoleum, bahan yang terbuat dari bahan alami yang terukur dan dihasilkan dari sumber daya yang bisa diperbaharui. Terdapat setidaknya enam bahan utama, linseed oil, rasin, woodfloor, limestone, pigment, jute . Linoleum pada produk lantai terbagi menjadi tiga bentuk produk, yakni marmoleum yang menampilkan motif-motif warna dan corak alami, artoleum yang menampilkan corak kayu, dan Walton yang menghasilkan corak-corak yang memiliki tekstur.
·
TEMPURUNG KELAPA

Salah satu bagian pohon kelapa yang pada saat ini belum banyak digunakan adalah tempurung kelapa (batok) kelapa. Tempurung kelapa yang banyak dijumpai di pasar-pasar tradisional dari sisa pemecahan buah kelapa saat ini sebagian besar digunakan sebagai bahan bakar. Sebenarnya, tempurung kelapa (atau sisa berupa pecahan-pecahan) dapat ditingkatkan kualitasnya menjadi bahan yang lebih bermanfaat dibanding hanya sebagai bahan bakar saja. Oleh karena itu melalui rekayasa yang tepat, maka tempurung kelapa dapat dibentuk menjadi mozaik ubin bahan bangunan yang antik, unik, alami dan menarik

SPESIFIKASI TEMPURUNG KELAPA
Mempunyai bentuk asli berupa serat – serat serabut
Cukup empuk dan hangat
Bersifat sedikit tembus pandang sehingga terlihat pengisinya
Mampu menyerap panas
Cukup baik untuk aplikasi akustik (menyerap bunyi karena rongga pada serat)
Tahan air

Disunting dari https://sudiana1526.wordpress.com/2013/10/22/material-bahan-bangunan-ramah-lingkungan/

Arsitektur Ramah Lingkungan

Ramah Lingkungan
Kita hidup di Indonesia yang beriklim tropis merupakan sebuah keuntungan. Mengapa demikian? Karena iklim tropis hanya mendapat cuaca panas dan hujan lembab saja. Beranekaragaman vegetasi dapat hidup dengan subur. Sebenarnya rumah yang ideal di Indonesia adalah rumah yang merespon iklim tropis, hijau, dan hemat energi. Karena iklim tropis memiliki kendala iklim yang panas dan lembab. Untuk mengatasinya, jalan termudah yang dilakukan orang adalah menggunakan pendingin udara (AC). Padahal penggunaan AC membutuhkan energi yang besar. Gas buangan AC yaitu CFC menjadi salah satu gas penyumbang pemanasan global.
Berikut ini adalah desain rumah ramah lingkungan yang diambil dari hasil lomba desain, karya milik Yudho Patrianto, beliau adalah principal architect di Arkananta Studio.